Kamis, 06 Oktober 2016

Makalah beriman kepada kitab-kitab Allah dan para rasulnya

Makalah
Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah SWT dan Para Rasul-Nya










Di susun oleh
Ahwandi Riswanto (20400115073)
Rizki Muthmainnah Amir (20400115047)
Ulfa Lis Adhayanti (20400115078)

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Pendidikan Bahasa Inggris
2016/2017




Bab I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 
Agama dan manusia memiliki hubungan yang sangat erat kaitannya, karena agama sangat dibutuhkan oleh manusia agar manusia memiliki pegangan hidup sehingga ilmu dapat menjadi lebih bermakna, yang dalam hal ini adalah Islam. Dengan ilmu kehidupan manusia akan bermutu, dengan agama kehidupan manusia akan lebih bermakna, dengan ilmu dan agama kehidupan manusia akan sempurna dan bahagia. Sebagai umat islam kita juga di wajibkan untuk mengimani rukun islam dan rukun iman Allah SWT. Dan untuk lebih jelasnya lagi kami disini akan membahas tentang rukun iman kepada kitab-kitab Allah SWT dan  mengimani rasul-rasul Allah SWT.
B. Rumusan Masalah
1. Jelaskan Pengertian Iman Kepada Kitab-Kitab Allah SWT?
2. Jelaskan Pengertian Kitab-Kitab  dan Suhuf Allah SWT?
3. Jelaskan Kitab-Kitab Allah SWT?
4. Jelaskan Beriman Kepada Rasul Allah SWT?
5. Jelaskan Pengertian Beriman Kepada Rasul Allah SWT?
6. Jelaskan Nama-Nama Nabi dan Rasul?
7. Jelaskan Sifat- Sifat Rasul?
8. Jelaskan Ulul Al-Azmi?
9. Jelaskan Kisah Ulul Azmi?
10. Jelaskan Rasul sebagai Dai?
11. Jelaskan Keutamaan beriman Kitab-Kitab Allah SWT?
12. Jelaskan Keutamaan Beriman Sifat-sifat rasul dan Nabi Allah SWT?
C. Tujuan
1. Menjelaskan Pengertian Iman Kepada Kitab-Kitab Allah SWT?
2. Menjelaskan Pengertian Kitab-Kitab  dan Suhuf Allah SWT?
3. Menjelaskan Kitab-Kitab Allah SWT?
4. Menjelaskan Beriman Kepada Rasul Allah SWT?
5. Menjelaskan Pengertian Beriman Kepada Rasul Allah SWT?
6. Menjelaskan Nama-Nama Nabi dan Rasul?
7. Mejelaskan  Sifat- Sifat Rasul?
8. Menjelaskan Ulul Al-Azmi?
9. Mejelaskan Kisah Ulul Azmi?
10. Menjelaskan Rasul sebagai Dai?
11. Menjelaskan Keutamaan beriman Kitab-Kitab Allah SWT?
12. Menjelaskan Keutamaan Beriman Sifat-sifat rasul dan Nabi Allah SWT?

Bab II
Pembahasan

1. Pengertian Iman Kepada Kitab-Kitab Allah SWT
  Pengertian iman kepada kitab-kitab Allah adalah mempercayai dan meyakini sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada para nabi atau rasul yang berisi wahyu Allah untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia. Dan ada 3 tingkatan dalam beriman kepada kitab Allah, yaitu :
1. Qotmil (membaca saja)
2. Tartil (membaca dan memahami)
3. Hafidz (membaca, memahami, mengamalkan dan menghafalkan.
Singkatnya kita sebagai umat Islam belum cukup beriman kepada kitab-kitab Allah SWT saja, tetapi harus senantiasa membaca, mempelajari dan memahami isi kandungannya. Sehingga kita tahu aturan-aturan dalamnya untuk selanjutnya kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

A. Pengertian Kitab-Kitab  dan Suhuf Allah SWT
Kitab yaitu kumpulan wahyu Allah yang disampaikan kepada para rasul untuk diajarkan kepada manusia sebagai petunjuk dan pedoman hidup. Suhuf yaitu wahyu Allah yang disampaikan kepada rasul, tetapi masih berupa lembaran-lembaran yang terpisah.

Ada persamaan dan perbedaan antara kitab dan suhuf
Persamaan : Kitab dan suhuf sama-sama wahyu dari Allah.
Perbedaan :
1. Isi kitab lebih lengkap daripada isi suhuf
2. Kitab dibukukan sedangkan suhuf tidak dibukukan.

       Allah menyatakan bahwa orang mukmin harus meyakini adanya kitab-kitab suci yang turun sebelum Al Qur’an seperti disebutkan dalam firman Allah :

QS An Nisa Ayat 136

Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya”. (QS An Nisa : 136)

Selain menurunkan kitab suci, Allah juga menurunkan suhuf yang berupa lembaran-lembaran yang telah diturunkan kepada para nabi seperti Nabi Ibrahim a.s dan nabi Musa a.s. Firman Allah SWT .
Kitab-kitab Allah berfungsi untuk menuntun manusia dalam meyakini Allah SWT dan apa yang telah diturunkan kepada rasul-rasul-Nya sebagaimana digambarkan dalam firman Allah SWT berikut.


B. Kitab-Kitab Allah SWT

1. KITAB TAURAT
Taurat, yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi Musa 'Alaihissalam. Merupakan kitab terpenting bagi Bani Israil. Firman Allah:
  
Artinya :
"Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat yang berisi petunjuk dan nur, dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang berserah diri (kepada Allah), oleh orang-orang 'alim dan pendeta- pendeta mereka, disebabkan mereka telah diperintahkan untuk memelihara kitab Allah dan mereka menjadi saksi atasnya ..." (QS. Al-Ma'idah/5: 44)
Adapun isi kandungan kitab Taurat meliputi hal-hal berikut :
1. Kewajiban meyakini keesaan Allah
2. Larangan menyembah berhala
3. Larangan menyebut nama Allah dengan sia-sia
4. Supaya mensucikan hari sabtu (sabat)
5. Menghormati kedua orang tua
6. Larangan membunuh sesama manusia tanpa alasan yang benar
7. Larangan berbuat zina
8. Larangan mencuri
9. Larangan menjadi saksi palsu
10. Larangan mengambil hak orang lain


2. KITAB ZABUR
Kitab ini diturunkan kepada Nabi Daud as sebagai pedoman dan petunjuk bagi umatnya. Firman Allah

QS Al Isra Ayat 55
Artinya: “Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.” (QS. Al-Isra’ [17]: 55)

Kitab Zabur (Mazmur) berisi kumpulan nyanyian dan pujian kepada Allah atas segala nikmat yang telah dikaruniakan-Nya. Selain itu berisi zikir, doa, nasihat, dan kata-kata hikmah. Menurut orang-orang Yahudi dan Nasrani, kitab Zabur sekarang ada pada Perjanjian Lama yang terdiri atas 150 pasal.

3. KITAB INJIL
Injil, diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi Isa 'Alaihissalam, sebagai pembenar dan pelengkap Taurat. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: ...  ُ

Artinya :
"... Dan Kami telah memberikan kepadanya (Isa) Injil yang berisi petunjuk dan nur. dan sebagai pembenar kitab yang sebelumnya yaitu Taurat, serta sebagai petunjuk dan pengajaran bagi orang-orang yang ber- taqwa." (QS. Al-Ma'idah/5: 46)


"Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu...." (QS. Al 'Imran/3: 50)
Kitab Injil memuat beberapa ajaran pokok, antara lain:
• Perintah agar kembali kepada tauhid yang murni
• Ajaran yang menyempurnakan kitab Taurat
• Ajaran agar hidup sederhana dan menjauhi sifat tamak (rakus)
• Pembenaran terhadap kitab-kitab yang datang sebelumnya



4. SHUHUF
Shuhuf (lembaran-lembaran) yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim dan Musa, 'Alaihimash-shalatu Wassalam


5. AL-QUR’AN
Kitab suci al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad saw untuk dijadikan petunjuk dan pedoman bagi seluruh umat manusia, bukan hanya untuk bangsa Arab. Sebagaimana firman Allah

QS Al Furqan Ayat 1

Artinya: “Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar Dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (QS. Al-Furqan [25]: 1)

Secara keseluruhan, isi al-Qur’an meliputi hal-hal berikut:
• Pembahasan mengenai prinsip-prinsip akidah (keimanan)
• Pembahasan yang mengangkat prinsip-prinsip ibadah
• Pembahasan yang berkenaan dengan prinsip-prinsip syariat
Kedudukan-kedudukan al-Qur’an antara lain:
• Sebagai wahyu Allah swt yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw
• Sebagai mukjizat Nabi Muhammad saw
• Sebagai pedoman hidup manusia agar tercapai kebahagiaan di dunia dan akhirat
• Sebagai sumber dari segala sumber hukum Islam


2. Beriman Kepada Rasul Allah SWT

A. Pengertian Beriman Kepada Rasul Allah SWT
Iman menurut bahasa artinya percaya, rasul berasal dari kata arsala-rasulu yang artinya utusan. Rasul adalah Manusia pilihan Allah Swt. yang diangkat sebagai utusan untuk menyampaikan firman-firman-Nya kepada umat manusia untuk dijadikan pedoman hidup. Sedangkan beriman kepada Rasul artinya meyakini bahwa rasul itu benar-benar utusan dari Allah Swt. yang ditugaskan untuk membimbing umatnya ke jalan yang benar agar selamat di dunia dan akhirat. Mengimani rasul-rasul Allah SWT. adalah kewajiban hakiki bagi setiap muslim karena merupakan bagian dari rukun iman yang tidak dapat ditinggalkan. Sebagai perwujudan iman tersebut, kita sebagai muslim yang taat wajib menerima ajaran yang dibawa rasul- rasul Allah Swt. tersebut. Perintah beriman kepada rasul Allah terdapat dalam surah an-Nisa/4: 136



Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab- Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh. (Q.S. an-Nisa/4: 136).





B. Nama-Nama Nabi dan Rasul
Diantara sekian juta manusia, Allah SWT telah memilih dan menjadikan tidak kurang dari 120.000 nabi, dan dari jumlah tersebut Allah SWT memilih 25 nabi menjadi Rasul. Namun, umat Islam hanya wajib mengimani 25 nabi dan rasul. Ke-25 nabi dan rasul yang wajib diimani oleh Islam tanpa terkecuali sebagai berikut:


1.   Nabi Adam AS
2.    Nabi Idris AS
3.    Rasul Nuh AS
4.    Nabi Hud AS
5.    Nabi Shaleh AS
6.    Rasul Ibrahim AS
7.    Nabi Luth AS
8.    Nabi Ismail AS
9.    Nabi Ishak AS
10.  Nabi Ya’kub AS
11.  Nabi Yusuf AS
12.  Nabi Ayyub AS
13.  Nabi Zulkifi AS
14.  Nabi Syu’aib AS
15.  Rasul  Musa AS
16.  Nabi Harun AS
17.  Nabi Daud AS
18.  Nabi Sulaiman AS
19.  Nabi Ilyas AS
20.  Nabi Ilyasa AS
21.  Nabi Yunus AS
22.  Nabi Zakaria AS
23.  Nabi Yahya AS
24.  Rasul Isa AS
25.  Rasul Muhammad SAW






C. Sifat- Sifat Rasul

a.  Sifat Wajib Rasul
Sifat wajib bagi rasul adalah sifat-sifat wajib yang dimiliki oleh rasul Allah SWT. Nah, sifat wajib bagi rasul itu ada empat. Ini dia sifat wajib bagi rasul :

1).Siddiq artinya benar. Maksudnya adalah perkataan, perbuatan, pikiran, dan ajaran para rasul itu selalu benar dan sesuai dengan ketentuan Allah swt.
2).Amanah artinya jujur dan terpercaya. Maksudnya adalah para rasul itu terpelihara dari melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah swt.
3).Tablig artinya menyampaikan. Maksudnya adalah menyampaikan segala apa yang telah diperintahkan oleh Allah swt. untuk dijelaskan kepada umat manusia dengan penjelasan yang sebaik-baiknya.
4).Fatanah artinya cerdas. Maksudnya adalah para rasul wajib mempunyai sifat bijaksana dalam sikap dan perkataan berdasar atas kecerdasan akal pikiran.

b.  Sifat Mustahil Rasul
Sifat mustahil rasul adalah sifat yang mustahil dimiliki oleh rasul. Sifat mustahil bagi Rasul ada empat. Ini dia sifat mustahil bagi Rasul:

1). Kizib Artinya Dusta
2). Khianat Artinya Penipu.
3). Kitman Artinya Merahasiakan Atau Menyembunyikan
4). Baladah Artinya Bodoh

c. Sifat Jaiz Rasul
Sifat jaiz bagi rasul adalah “ Al-A’radul Basyariyah” yaitu sifat-sifat kemanusiaan.

contohnya: Makan, Sedih, dll.



D. Ulul Al-Azmi

Ulu al-Azmi (Arab أولوالعزم) adalah sebuah gelar kenabian istimewa yang diberikan kepada para rasul yang memiliki kedudukan khusus karena ketabahan dan kesabaran yang luar biasa dalam menyebarkan ajaran tauhid. Dari 25 nabi yang wajib diketahui dalam agama Islam, terdapat 5 nabi yang mendapatkan gelar Ulul Azmi, yaitu Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad. Gelar Ulul Azmi dijelaskan dalam Al-Quran pada Surah Al-Ahqaf ayat 35 dan Surah Asy-Syura ayat 13.

Semua nabi yang diketahui mendapatkan gelar Ulul Azmi dalam Islam adalah nabi-nabi yang memiliki keteguhan hati luar biasa serta kesabaran tinggi ketika menyebarkan ajaran tauhid walaupun dengan penolakan dan berbagai usaha untuk menjatuhkannya. Mereka senantiasa memohon kepada Allah agar tidak menurunkan azab kepada kaum yang menolak dakwahnya, serta selalu berdoa kepada Allah agar memberikan hidayah kepada kaum mereka. Sifat-sifatnya Ulul Azmi dan penentuan obyeknya adalah sebagai berikut:




• Memiliki seruan dakwah global dan universal untuk manusia dan jin.
• Memiliki syariat dan agama mandiri dan baru.
• Memiliki kitab samawi.
Kisah Ulul Azmi

1). Nabi Nuh a.s
Kualifikasi Nuh sebagai ulul azmi di antaranya karena kesabarannya dalam berdakwah dan mendapat hinaan dari kaumnya. Nuh tanpa menyerah terus menerus mendakwahi keluarga, kerabat dan masyarakat umum, untuk kembali kejalan yang lurus. Hampir 1000 tahun usianya jumlah umat yang mengikutinya tidak lebih dari 200 orang. Bahkan istri dan anaknya yang bernama Kan’an termasuk penentangnya. Atas kehendak Allah umat Nuh yang membangkang ditenggelamkan dengan gelombang air bah dan semuanya hancur, kecuali Nuh dan pengikutnya yang beriman.

Mukjizatnya :
• Kemampuan membuat perahu
• Ketika perahu Nabi Nuh dibakar oleh umatnya tidak bisa terbakar
• Dengan perahu itu pula, Nabi Nuh dan pengikutnya diselamatkan oleh Allah dari bencana banjir


2). Nabi Ibrahim a.s
Sejak masih bayi Ibrahim harus diasingkan ke dalam gua, yang disebabkan oleh perintah RajaNamrudz untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang baru lahir. Setelah dewasa, ia harus berhadapan dengan raja dan masyarakat penyembah berhala termasuk kedua orang tuanya yang pembuat berhala. Bahkan ia harus menerima siksaan yang pedih, yaitu dibakar hidup-hidup dan diusir dari kampung halamannya. Sudah hampir seratus tahun usia dan pernikahannya dengan Sarah, ia belum dikaruniai anak hingga istrinya meminta ia menikahi seorang budak berkulit hitam bernama Hajar untuk dijadikan istri. Akhirnya Hajar dapat melahirkan seorang anak yang diberi nama Ismail. Allah memerintahkan Ibrahim untuk “mengasingkan” istri dan anak yang baru lahir dan sangat dicintainya itu ke tanah gersang di Makkah. Karena kesabaran dan kepatuhannya, perintah itu dilaksanakan. Namun, perintah lebih berat diterima Ibrahim, yaitu harus mengorbankan Ismail yang baru beranjak remaja. Hal ini pun ia laksanakan, meskipun akhirnya yang disembelih adalah seekor domba. selain itu ujian Ibrahim yang lain adalah membangun Ka'bah, membersihkan ka'bah dari kemusyrikan, menghadapi Raja Namrudz yang zalim.

Mukjizatnya :
• Ketika masih bayi ibu jarinya bisa mengeluarkan madu
• Peristiwa penyembelihan Ismail, yang kemudian digantikan gibas (domba)
• Ketika dibakar oleh Raja Namrud, tidak terbakar.


3). Nabi Musa a.s
Musa termasuk orang sabar dalam menghadapi dan mendakwahi Firaun, selain itu, dia juga mampu untuk bersabar dalam memimpin kaumnya yang sangat pembangkang. Ketika Musa akan menerima wahyu di Bukit Sinai, pengikutnya yang dipimpin Samiri menyeleweng dengan menyembah berhala Anak lembu emas. Harun yang ditugasi mengganti peran Musa, tidak sanggup untuk menghalangi niat mereka, bahkan ia diancam hendak dibunuh. Tetapi, Musa pernah tidak dapat bersabar ketika berguru kepada Khidir.

Mukjizatnya :
• Tongkat yang dimilikinya bisa berubah menjadi ular yang besar, sehingga bisa mengalahkan ular ciptaan tukang sihir Raja Fir’aun
• Dengan tongkat itu pula Nabi Musa bisa membelah lautan, ketika Nabi Musa dan pengikutnya di kejar-kejar oleh Fir’aun dan tentaranya.
• Ketika pengikut Nabi Musa kehausan, tongkat beliau dipukulkan ke batu, kemudian memancar- kan air untuk di minum.


4). Nabi Isa a.s
Banyak hal yang menunjukkan bahwa Isa memiliki kesabaran dan keteguhan dalam menyampaikan ajaran Allah. Terutama, ketika Isa sabar menerima cobaan sebagai seorang yang miskin, pengkhianatan seorang muridnya, Yudas Iskariot, menghadapi fitnah, penolakan, hendak diusir dan dibunuh oleh kaum Bani Israil. Kehidupan Isa menggambarkan kezuhudan dan ketaatan dalam beribadah.
“Isa menemui kaumnya dengan memakai pakaian dari wol. Ia keluar dalam keadaan tidak beralas kaki sambil menangis serta wajahnyatampak pucat karena kelaparan dan bibirnya tampak kering karena kehausan. Isa berkata, “Salam kepada kalian wahai Bani Israil. Aku adalah seseorang yang meletakkan dunia di tempatnya sesuai dengan izin Allah, tanpa bermaksud membanggakan diri. Apakah kalian mengetahui di mana rumahku?” Mereka menjawab: "Di mana rumahmu wahai Ruhullah?" Isa menjawab: “Rumahku adalah tempat ibadah, wewangianku adalah air, makananku adalah rasa lapar, pelitaku adalah bulan di waktu malam dan salat ku di waktu musim dingin di saat matahari terletak di Timur, bungaku adalah tanaman-tanaman bumi, pakaianku terbuat dari wol, syiarku adalah takut kepada Tuhan Yang Maha Mulia, teman-temanku adalah orang-orang yang fakir, orang-orang yang sakit, dan orang-orang yang miskin. Aku memasuki waktu pagi dan aku tidak mendapati sesuatu pun di rumahku begitu juga aku memasuki waktu sore dan aku tidak menemukan sesuatu pun di rumahku. Aku adalah seseorang yang jiwanya bersih dan tidak tercemar. Maka siapakah yang lebih kaya daripada aku?”

Mukjizatnya:
• Bisa berbicara ketika masih bayi
• Menjadikan burung dari tanah
• Dapat menyembuhkan penyakit-penyakit yang sulit disembuhkan, seperti lepra, buta dll.
• Dapat menghidupkan orang yang sudah meninggal atas ijin Allah.


5). Nabi Muhammad SAW
Sejak kecil sampai dewasa, Muhammad selalu mengalami masa-masa sulit. Pada usia 6 tahun dia sudah menjadi yatim piatu. Setelah dewasa ia harus membantu meringankan beban paman Abu Thalib yang merawatnya sejak kecil.Tantangan terberat yang dihadapi adalah setelah diangkatnya menjadi seorang rasul. Penentangan bukan saja dari orang lain, tetapi juga dari Abu Lahab, pamannya sendiri. Muhammad juga harus ikut menderita tatkala Bani Hasyim diboikot (diasingkan) di sebuahlembah dikarenakan dakwahnya.
Tokoh-tokoh Quraisy mempelopori pemboikotan tersebut yang isinya antara lain melarang berhubungan jual beli, pernikahan, dan hubungan sosial lainya kepada Bani Hasyim. Pemboikotan yang berjalan sekitar 3 tahun itu dan telah menghabiskan hartanya dan istrinya, Siti Khadijah.
Michael Hart, seorang kolumnis America menulis dengan judul the one hundred rangking of the most influenting person in history, artinya seratus tokoh besar yang paling berpengaruh sepanjang sejarah peradaban manusia. Ternyata dari sederetan tokoh dan pemimpin tersebut, Michael hart menemepatkan baginda Rasulullah Muhammad SAW. Pada urutan pertama sebagai reformis dunia, sehingga kebesaran beliau di abadikan didalam encyclopedia britanica sebagai the most succesfull of all prophets and all religious personalities, sebagai pemimpin yang paling suskses di antara para nabi, para pemimpin agama, dan para pemimpin lainnya dalam mereformasi perdaban manusia sedunia. Rasulullah Muhammad SAW. Sebagai reformis sejati, dengan landasan surah Al-Jumu’ah ayat 2,




Artinya :
Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (surah Al-Jumu’ah Ayat 2)
Menurut Dr.Muhammad Sulaiman Al-Asqari dalam Zubdat at-Tafsir al-Qadir, mkasudnya kondisi bangsa arab yang sebagian besar bukan saja tidak mampu membaca dan menulis, tapi tenggelam dalam kehidupan jahiliyah secara total. Kebobrokan moral merajalela. Dalam bidang sosial marak mabuk-mabukan. Dalam bidang pemerintahan, etnis dan golongan yang dikedepankan. dalam bidang hukum muncul Law of jungle to be politely of people, hukum rimba menjadi peradaban. Orang kaya memangsa yang miskin. Orang pintar memangsa yang bodoh. Orang kuat menghantam yang lemah. Bahkan yang paling mengerikan martabat wanita di injak-injak, sampai setiap lahir bayi wanita di kubur hidup-hidup tidak peduli terdengar jerit, pekik tangis bayi didalam tanah.

Mukjizatnya:
• Dengan menunjukkan telunjukknya, beliau bisa membelah bulan dan merapatkannya kembali
• Ketika umatnya kekurangan air, dari sela-sela jari beliau dapat mengeluarkan air yang cukup untuk di minum dan untuk berwudlu oleh banyak orang s
• Peristiwa Isra’ Mi’raj, jakni diperjalankannya Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, kemudian naik ke Sidratul Muntaha
• Al-Qur’an merupakan mu’jizat yang paling besar bagi Nabi Muhammad SAW. Karena Al-Quran sangat universal di sepanjang zaman, yang memuat berbagai hal yang menyangkut kehidupan seluruh makhluq, baik di dunia maupun di akhirat, juga berbagai macam ilmu pengetahuan.

Dalam kondisi seperti itu Rasul tampil sebagai reformis sejati, mengemban misi utama
Pertama, Misi Tilawah membacakan ayat-ayat Allah, baik ayat Quranyah maupun kauniyah, alam buana ini.
Kedua, Misi Tazkiyah membersihkan segala bentuk kekufuran.
Ketiga, Misi Ta’lim mengajarkan Al-Quran sebagai pedoman reformasi, sebab Al-quran is the only thing that can lead man to happiness, Alquran adalah satu-satunya buku petunjuk hidup yang mampu menghantarkan tentang manusia menuju kepulauan nan bahagia. Demikian menurut Napoleon, seorang orientalis berkebangsaan Prancis.
Keempat, Al-Hikmah menampilkan sunah. Dalam hal ini, kiprah Rasul sebagai figur reformasi.   
Keempat tersebut merupakan strategi reformasi Rasulullah terbukti berhasil mereformasi peradaban manusia sedunia.
E. Rasul sebagai Dai

Perjuangan Da’I
Dakwah sebagai usaha membangun sistem islam pada dasarnya merupakan proses perjuangan yang amat panjang. Dalam proses ini dai tidak saja memerlukan berbagai kekuatan dan bekal seperti telah dijelaskan tetapi juga membutuhkan komitmen perjuangan yang amat tinggi. Hal ini, karena dakwah pada dasarnya identic dengan perjuangan itu sendiri. Dalam kaitan ini cukup beralasan bila Quthub memposisikan sebagai pejuang (mujahid). Sebagai mujahid, dai tentu harus bekerja dan berjuang tanpa kenal lelah sepanjang hayatnya.
Dalam pemikiran Sayyid Quthub, perjuangan dai dapat dilihat, antara lain, dari 3 bentuk. Pertama, dari kesaksian (komitmen) yang ia tujukan kepada islam. Kedua, dari pengorbanan dan kesanggupan menghadapi berbagai ujian dan cobaan. Ketiga, perjuangan itu pada akhirnya harus mencapai kemenangan tentu dengan izin dan pertolongan Allah SWT.
Kesaksian Dai
Kesaksian (Syahadah) sebagai ungkapan keimanan kepada Allah SWT dan Rasul merupakan ajaran paling dasar dalam islam. Semua bangunan islam yang meliputi ibadah (‘Ibadah), syariah (Syariah), muamalah (mu’amalah), dan akhlak bersumber dan diletakkan diatas dasar syahadat ini. Dengan syahadah, orang muslim sudah siap untuk mendengar dan melaksanakan semua perintah, termasuk menerima risiko yang mungkin timbul dalam komitmen ini.
Ujian dan Cobaan Dai
Sebagai pejuang yang berusaha mengukuhkan system islam, tentu dai akan menghadapi berbagai cobaan dan ujian. Ujian dan cobaan ini beraneka ragam dari yang ringan hingga yang paling berat. Ujian dan cobaan ini dapat dipandang sebagai konsekuensi logis dari iman. Dikatakan demikian, karena iman sesungguhnya bukan hanya kata-kata tetapi kesanggupan seorang melaksanakan tugas-tugas agama yang timbul dari iman, serta sabar menghadapi berbagai kesulitan dijalan iman itu.
Kemenangan Dai
Dalam Al-Qur’an terdapat sekian banyak ayat yang menjanjikan kemenangan untuk orang-orang yang menolong Allah SWT. Keterangan mengenai hal ini dapat dibaca, antaralain, dalam surat Muhammad/47:7.






3. Keutamaan beriman Kitab-Kitab Allah SWT
Fungsi dan Hikmah Iman Kepada Kitab Allah
1. Fungsi Iman kepada Kitab-kitab Allah
a. Untuk meningkatkan kualitas kehidupan pribadi
b. Untuk membangun kehidupan bermasyarakat
c. Untuk menjalin kerukunan dalam hidup berbangsa dan bernegara

2. Hikmah Iman kepada Kitab-kitab Allah
a. Meningkatkan keimanan kepada Allah swt yang telah mengutus para rasul untuk menyampaikan risalahnya.
b. Hidup manusia menjadi tertata karena adanya hukum yang bersumber pada kitab suci
c. Termotivasi untuk beribadah dan menjalankan kewajiban-kewajiban agama, seperti yang tertuang dalam kitab suci
d. Menumbuhkan sikap optimis karena telah dikaruniai pedoman hidup dari Allah untuk meraih kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat
e. Terjaga ketakwaannya dengan selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya


Penerapan Hikmah Iman terhadap Kitab-kitab Suci
1. Ada banyak cara untuk beriman terhadap kita-kitab suci Allah, diantaranya :
• Meyakini kebenaran yang terkandung dalam kitab-kitab Allah
• Meyakini bahwa kitab-kitab itu benar-benar wahyu Allah bukan karangan para nabi dan rasul
2. Beriman kepada al-Qur’an. Caranya adalah :
• Meyakini bahwa al-Qur’an benar-benar wahyu Allah, bukan karangan Nabi Muhammad saw
• Meyakini bahwa isi al-Qur’an dijamin kebenarannya, tanpa ada keraguan sedikit pun
• Mempelajari, memahami, dan menghayati isi kandungan al-Qur’an
• Mengamalkan ajaran al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari

3. Keutamaan Beriman Sifat-sifat rasul dan Nabi Allah SWT
Fungsi Iman Kepada Rasul Allah
Ada banyak fungsi beriman kepada Rasul Allah, diantaranya yaitu :
1. Bertambah iman kepada Allah SWT dengan mengetahui bahwa rasul benar-benar manusia pilihan Allah
2. Mau mengamalkan apa yang disampaikan para rasul
3. Mempercayai tugas-tugas yang dibawanya untuk disampaikan kepada umatnya
4. Lebih mencintai dan menghormati rasul atas perjuangannya
5. Memperoleh teladan yang baik untuk menjalani hidup
6. Mendapat rahmat Allah
7. Mengerti tatacara bertauhid, beriman / ber’aqidah dan beribadah yang benar
8. Tuntunan menuju jalan yang benar untuk keselamatdunia akhirat
9. Sebagai perantara mengenal Allah dengan segala sifat sempurna-Nya
10. Dapat membedakan antara yang benar (baik) dan yang salah (buruk)
























BAB III
Kesimpulan
Pengertian iman kepada kitab-kitab Allah adalah mempercayai dan meyakini sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada para nabi atau rasul yang berisi wahyu Allah untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia.
Kitab-Kitab Allah SWT :
1. KITAB TAURAT
Taurat, yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi Musa 'Alaihissalam. Merupakan kitab terpenting bagi Bani Israil.
2. KITAB ZABUR
Kitab ini diturunkan kepada Nabi Daud as sebagai pedoman dan petunjuk bagi umatnya.
3.KITAB INJIL
Injil, diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi Isa 'Alaihissalam, sebagai pembenar dan pelengkap Taurat.
4.SHUHUF
Shuhuf (lembaran-lembaran) yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim dan Musa, 'Alaihimash-shalatu Wassalam
5.AL-QUR’AN
Kitab suci al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad saw untuk dijadikan petunjuk dan pedoman bagi seluruh umat manusia, bukan hanya untuk bangsa Arab.
Iman menurut bahasa artinya percaya, rasul berasal dari kata arsala-rasulu yang artinya utusan. Rasul adalah Manusia pilihan Allah Swt. yang diangkat sebagai utusan untuk menyampaikan firman-firman-Nya kepada umat manusia untuk dijadikan pedoman hidup.
Nama-Nama Nabi dan Rasul

1.   Nabi Adam AS
2.    Nabi Idris AS
3.    Rasul Nuh AS
4.    Nabi Hud AS
5.    Nabi Shaleh AS
6.    Rasul Ibrahim AS
7.    Nabi Luth AS
8.    Nabi Ismail AS
9.    Nabi Ishak AS
10.  Nabi Ya’kub AS
11.  Nabi Yusuf AS
12.  Nabi Ayyub AS
13.  Nabi Zulkifi AS
14.  Nabi Syu’aib AS
15.  Rasul  Musa AS
16.  Nabi Harun AS
17.  Nabi Daud AS
18.  Nabi Sulaiman AS
19.  Nabi Ilyas AS
20.  Nabi Ilyasa AS
21.  Nabi Yunus AS
22.  Nabi Zakaria AS
23.  Nabi Yahya AS
24.  Rasul Isa AS
25.  Rasul Muhammad SAW


Fungsi Iman kepada Kitab-kitab Allah :
a. Untuk meningkatkan kualitas kehidupan pribadi
b. Untuk membangun kehidupan bermasyarakat
c. Untuk menjalin kerukunan dalam hidup berbangsa dan bernegara
Ada banyak fungsi beriman kepada Rasul Allah, diantaranya yaitu :
1. Bertambah iman kepada Allah SWT dengan mengetahui bahwa rasul benar-benar manusia pilihan Allah
2. Mau mengamalkan apa yang disampaikan para rasul
3. Mempercayai tugas-tugas yang dibawanya untuk disampaikan kepada umatnya
4. Lebih mencintai dan menghormati rasul atas perjuangannya
5. Memperoleh teladan yang baik untuk menjalani hidup
6. Mendapat rahmat Allah
7. Mengerti tatacara bertauhid, beriman / ber’aqidah dan beribadah yang benar
8. Tuntunan menuju jalan yang benar untuk keselamatdunia akhirat
9. Sebagai perantara mengenal Allah dengan segala sifat sempurna-Nya
10. Dapat membedakan antara yang benar (baik) dan yang salah (buruk)



Daftar pustaka
file:///C:/Users/Want/Pictures/Iman%20Kepada%20Rasul%20Rasul%20Allah%20SWT%20-%20Tempat%20Sharing%20Ilmu.htm

Dr.A.Ilyas Ismail,M.A & Prio Hotma, M.A FILSAFAT DAKWAH : REKAYASA MEMBANGUN AGAMA DAN PERADABAN ISLAM ©2011 Ilyas Ismail & Prio Hotman Edisi Pertama, CetakanKe-1 Kencana. 2011.0334
QUANTUM DAKWAH oleh H.Tata Sukayata M.Ag Cetakan Pertama, Nopember 2009 Diterbitkan oleh PT RINEKA CIPTA,Jakarta Kompleks Perkantoran Mitra Mataram Blok B NO.1-2

https://www.google.com/search?biw=1525&bih=734&tbm=isch&q=surah+al-jumu%27ah+ayat+2&spell=1&sa=X&ved=0ahUKEwj6goj6-6DPAhVHPI8KHWM1DPkQvwUIGygA#imgrc=C7DzOkbOpSAaZM%3A

http://www.eduspensa.com/2015/01/pengertian-fungsi-penerapan-iman-kitab-allah.html

Iman Kepada KITAB-KITAB    Oleh : Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin Disalin dari Kitab 'Aqidah AhlusSunnah wal Jama'ah' hal 46-52 dan 86-87, Yayasan Al-Sofwa-Jakarta, 1995 M   
e-Book ini didownload dari www.ibnumajjah.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar